Otoritas Jasa Keuangan mengungkap dinamika aset kripto global mendorong penurunan nilai transaksi di dalam negeri. Pada perjalanan transaksi bulan kedua 2026, nilai transaksi di pasar spot hanya 24 ribu 33 triliun rupiah. Nilai transaksi spot kripto turun 16,9% secara bulanan karena catatan pada bulan Januari nilainya masih di 29 ribu 28 triliun rupiah. Secara keseluruhan transaksi derivatif aset kripto per Februari juga hanya 5 ribu 07 triliun rupiah, turun dibandingkan Januari 8 ribu 01 triliun rupiah. Secara akumulasi total transaksi kripto sepanjang 2026 tercatat 66 ribu 69 triliun rupiah, terdiri dari capaian di pasar spot 53 ribu 61 triliun rupiah dan bursa derivatif 13 ribu 08 triliun rupiah. ( MIS )



