Kementerian Perhubungan memperkirakan sebanyak 119,5 juta orang berpotensi melakukan perjalanan, pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, atau setara sekitar 42 persen dari populasi. Angka itu meningkat dibanding tahun lalu, yang sekitar 30.3 persen. Faktor meningkatnya pergerakan masyarakat ditopang oleh waktu libur yang panjang dan bersamaan dengan libur Nataru. Faktor lainnya adalah, tingginya minat masyarakat untuk berwisata, kemudian aspek budaya terutama bagi masyarakat yang ingin merayakan Natal di kampung halaman, serta aspek ekonomi. Diprediksi, dari total pelaku perjalanan Nataru, penggunaan mobil pribadi diperkirakan mencapai 42,78 persen atau setara 51,12 juta orang. ( ben )




