Pemerintah Inggris menunda penerapan sanksi terhadap unit Internasional Lukoil PJSC, perusahaan energi multinasional swasta terbesar di Rusia. Keputusan ini seolah menjadi bukti kehati-hatian pemerintah Barat untuk menargetkan raksasa energi Rusia tersebut. Badan Pelaksanaan Sanksi Keuangan Inggris menyatakan penerapan sanksi terhadap Lukoil ditunda hingga 26 Februari. Tindakan tersebut seharusnya berlaku efektif menjelang tengah malam Jumat 28 november 2025 hari ini waktu setempat. Sebelumnya, Amerika Serikat juga sempat memberikan sanksi kepada Lukoil dan raksasa energi Rusia lainnya, Rosneft PJSC pada Oktober lalu. Namun, keputusan dan sejumlah tindakan lainnya juga ditunda. (Bloomberg-tbu)




