Kepolisian Republik Indonesia memproyeksikan 2,91 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta pada periode Natal dan Tahun Baru 2025. Angka itu hanya naik tipis 0,9% dari Nataru 2024. Namun, proyeksi volume lalu lintas saat Nataru 2025 naik 12,2% dibandingkan hari biasa. Proyeksi puncak keluar terjadi pada 20 Desember 2025. Namun Polri belum memastikan apakah akan menetapkan rekayasa lalin seperti contraflow hingga one way. Menurutnya ketentuan penerapan rekayasa dapat dilakukan berdasarkan kondisi lalu lintas yang terjadi di lapangan. ( tbu )




