Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia atau Asaki mengestimasikan volume produksi keramik nasional periode Januari sampai Oktober 2025 mencapai sekitar 392,7 juta meter persegi. Jumlah ini mencerminkan pertumbuhan sekitar 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Volume produksi keramik terkerek naik oleh sejumlah faktor salah satunya tingkat utilisasi produksi industry keramik nasional masih melaju diatas 70%. Kedua, kenaikan volume produksi dan utilisasi industri keramik terdorong katalis positif dari kebijakan pemerintah. Mulai dari PPN ditanggung pemerintah, KUR untuk kontraktor dan pengusaha bahan bangunan, FLPP untuk 350 ribu unit. Ketiga, kinerja industri keramik nasional terdongkrak oleh substitusi produk keramik impor dari Tiongkok. Meski persaingan dengan produk impor masih jadi tantangan bagi industri keramik nasional. ( tbu )




