Pertumbuhan ekonomi Filipina melambat tajam pada kuartal ketiga, meleset dari semua perkiraan ekonom, setelah skandal korupsi memicu gelombang protes, melemahkan sentimen investor, dan membuat pemerintah menunda sejumlah proyek penting. Nilai peso pun ikut melemah. PDB hanya tumbuh 4% pada periode Juli–September dibandingkan tahun lalu. Angka ini merupakan laju terendah sejak 2021, jauh dibawah pertumbuhan 5,5% pada kuartal kedua dan dibawah perkiraan median 5,2% dalam survei Bloomberg News. Investasi tercatat turun 2,8%, sementara konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah juga mengalami perlambatan. Dugaan penyimpangan dalam proyek mitigasi banjir yang diungkap langsung oleh Presiden Ferdinand Marcos junior Juli lalu memicu protes luas, menghentikan proses lelang proyek dan mengguncang kepercayaan dunia usaha di negara Asia Tenggara tersebut. ( tbu )




