Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia per akhir Oktober berada di 149,9 miliar dolar amerika, naik 1,2 miliar dolar amerika dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan posisi cadangan devisa itu antara lain bersumber dari penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, ditengah kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Posisi cadangan devisa akhir Oktober 2025 setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. ( tbu )




