Langkah pemerintah Vietnam melarang penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin di pusat ibu kota Hanoi mulai pertengahan tahun depan memicu gejolak besar di industri otomotif Asia Tenggara. Jepang melalui kedutaannya di Hanoi secara resmi memperingatkan pemerintah Vietnam. Jepang mengeklaim, kebijakan ekstrem itu berpotensi mengguncang pasar senilai 4,6 miliar dolar Amerika atau sekitar 73 triliun rupiah. Selain itu, kebijakan ini juga mengancam ratusan ribu pekerja, khususnya di rantai pasokan yang didominasi raksasa otomotif Honda. Larangan ini jadi bagian dari upaya Vietnam menekan polusi udara yang semakin parah di kota berpenduduk padat itu. Namun, keputusan tersebut dinilai terlalu terburu-buru dan berisiko tinggi terhadap stabilitas ekonomi otomotif nasional. ( tbu )




