Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan mengalihkan anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan FLPP untuk rumah subsidi ke program lain apabila realisasinya tak terserap sepenuhnya. Hal itu diklaim untuk memastikan setiap rupiah yang digelontorkan APBN dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Purbaya memastikan telah melakukan sosialisasi dengan sejumlah kementerian/lembaga agar dapat menggunakan pagu anggaran semaksimal mungkin. Sebelumnya, pemerintah mengaku telah menyalurkan APBN senilai 22,67 triliun rupiah untuk mendukung penyaluran rumah subsidi hingga September 2025. Tahun Ini BP Tapera Sudah Salurkan 161 ribu 500 Unit Rumah Subsidi FLPP sampai september, atau baru 52,18% dari total kuota tersedia tahun ini. ( tbu )




