Perusahaan investasi dan pengelola aset asal Singapura, Keppel limited, membukukan kenaikan laba bersih lebih dari 20% selama sembilan bulan pertama 2026. Kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan bisnis infrastruktur dan konektivitas, termasuk pusat data. Pertumbuhan itu dihitung dengan mengecualikan portofolio non-inti yang akan dilepas serta operasi yang dihentikan. Jika kedua komponen itu diperhitungkan, laba bersih Keppel justru turun 40%, terutama akibat penurunan 4% nilai aset bruto pada portofolio non-inti tersebut. Pada segmen infrastruktur, bisnis pembangkit listrik terintegrasi mencatatkan pertumbuhan EBITDA 7%. Kinerja ini didukung mulai beroperasinya secara komersial pembangkit listrik Keppel Sakra Cogen. Sementara segmen konektivitas yang mencakup bisnis pusat data turut mendorong pertumbuhan laba. ( tbu )




