Coca-Cola Company, menaikkan proyeksi laba tahun ini, seiring permintaan konsumen yang tetap kuat terhadap minuman bersoda bebas gula dan produk minuman segmen premium. Strategi tersebut diharapkan mampu membantu perusahaan mengimbangi kenaikan biaya bahan baku, terutama di pasar Amerika Utara. Manajemen Coca Cola, Selasa 27 Oktober memperkirakan, laba per saham yang disesuaikan dengan mengesampingkan dampak perubahan mata uang akan tumbuh minimal 9% pada tahun 2026. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya, sebesar 7 hingga 8%. Berdasarkan data yang dihimpun LSEG, pendapatan Coca-Cola di kuartal ke-3 2026 meningkat 7,4% menjadi 13,38 miliar dolar amerika. ( ben )




