Bareskrim Polri menyita 6,4 ton beras fortifikasi dari lima merek yang diduga memiliki mutu dan kandungan gizi tidak sesuai dengan klaim pada kemasan. Kasus ini menjadi sorotan karena ketidaksesuaian kandungan produk berpotensi merugikan konsumen, baik dari sisi harga maupun manfaat gizi yang diharapkan. ( tbu )




