Kemenkeu yakin imbal hasil SBN dapat bertahan di kisaran 7%

Kementerian Keuangan meyakini imbal hasil atau yield surat berharga negara dapat bertahan di kisaran 7% hingga akhir 2026 ditengah gejolak pasar keuangan. Pemerintah masih optimistis terhadap asumsi makro dalam APBN 2026, termasuk imbal hasil SBN. Pemerintah juga menilai inflasi masih terkendali sesuai sasaran. Sebagai catatan, pada perdagangan Senin 19 oktober pasar surat utang masih tertekan dipicu kenaikan premi risiko Indonesia dimata investor global. Persepsi terhadap pasar keuangan Indonesia melemah usai pengumuman MSCI yang menimbang penurunan klasifikasi dari emerging market ke standalone market. Kondisi itu tercermin dari melejitnya yield surat utang tenor acuan 10 tahun ke 7,46%, tertinggi sejak September 2022. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *