Industri galangan kapal nasional menghadapi tekanan kenaikan biaya produksi. Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia atau IPERINDO mencatat harga bahan baku kapal meningkat hingga 20% sepanjang 2026. IPERINDO mengatakan, kenaikan harga bahan baku turut dipengaruhi penguatan nilai tukar dolar Amerika. Kondisi itu berdampak langsung terhadap biaya produksi galangan kapal. Kenaikan biaya produksi menjadi tantangan bagi galangan, terutama dalam mengerjakan kontrak yang telah disepakati sebelumnya. Pasalnya, kontrak hasil tender umumnya tidak memberikan ruang melakukan penyesuaian harga ketika biaya bahan baku meningkat. Untuk itu, IPERINDO berharap pemerintah mengendalikan harga bahan baku dan dukungan kebijakan fiskal untuk meningkatkan daya saing industri. Selain itu, asosiasi mengusulkan penghapusan PPN untuk membantu menekan biaya produksi kapal. ( tbu )




