Sebanyak 32 klub sepak bola Inggris dilaporkan berisiko mengalami kebangkrutan dalam 90 hari jika pemilik mereka tiba-tiba menghentikan suntikan dana. Temuan itu terungkap dalam laporan State of the Game yang diterbitkan regulator sepak bola independen Inggris atau Independent Football Regulator IFR. Regulator bahkan menggambarkan sebagian besar klub di piramida sepak bola Inggris sebagai klub yang berada di ujung bencana keuangan. Kondisi itu terjadi meski industri sepak bola Inggris secara keseluruhan menghasilkan pendapatan sekitar 9 miliar poundsterling atau 213,1 triliun rupiah pada musim 2025/2026. 94 persen klub di lima divisi teratas Inggris mencatat kerugian pada musim 2025/2026. Lebih mengkhawatirkan lagi, hampir sepertiga klub bahkan diperkirakan tidak mampu bertahan lebih dari satu bulan tanpa suntikan dana dari pemilik. ( tbu )




