Penyaluran kredit produktif emiten Bank Central Asia atau BBCA meningkat 11% secara year on year menjadi 802 triliun rupiah di bulan Juni 2026. Nilai tersebut mendominasi total kredit BCA yang mencapai 1.036 triliun rupiah di periode sama, atau tumbuh 8% secara tahunan. Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BBCA, Hera F. Haryn mengatakan, penyaluran kredit perseroan menjangkau berbagai segmen dan sektor ekonomi. Ia menjelaskan, penyaluran kredit investasi dan modal kerja BBCA antara lain mengalir ke sektor manufaktur, perdagangan, restoran dan hotel, serta jasa bisnis, serta sejalan kondisi perekonomian. BBCA menambahkan, perseroan senantiasa menyalurkan kredit ke berbagai segmen dan sektor secara pruden, mempertimbangkan prinsip-prinsip kehati-hatian dengan manajemen risiko disiplin. ( ben )




