Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan seiring perhatian pelaku pasar terhadap kondisi fiskal dalam negeri dan perkembangan ekonomi Amerika Serikat. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang 17.780 hingga 18.060 per dolar Amerika. Pergerakan mata uang Garuda akan dipengaruhi oleh perkembangan defisit APBN, harga minyak mentah dunia, serta sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat. Rupiah spot ditutup pada level 17.899 per dolar Amerika pada akhir perdagangan Jumat 9 Oktober 2026. Posisi itu menguat 0,09% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Meski demikian, dalam sepekan rupiah spot tercatat melemah 0,95%. Sementara berdasarkan kurs JISDOR, rupiah menguat 0,03% secara harian menjadi 17.884 per dolar. Dalam sepekan terakhir, rupiah JISDOR justru menguat 0,78%. ( tbu )




