Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkap modal asing mulai masuk ke pasar obligasi Indonesia. Modal itu mengalir melalui instrumen Surat Berharga Negara SBN dan Surat Berharga Bank Indonesia sebesar 131 triliun rupiah sepanjang Januari hingga 7 Oktober 2026. Menurutnya Ini adalah suatu indikator seberapa dipercayanya perekonomian Indonesia. Menurutnya, obligasi pemerintah juga dipilih karena dinilai kredibel. Premi bunga Indonesia tercatat sekitar 188 basis poin hingga 7 Oktober 2026. Ia mengatakan, semakin kecil selisih suku bunga mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap pengelolaan ekonomi makro Indonesia. Kondisi itu membantu menjaga aliran modal masuk, baik melalui SBN maupun surat berharga BI. ( tbu )




