ChatGPT for Teens dari OpenAI yang diluncurkan perusahaan itu pada bulan Agustus sebagai cara bagi anak-anak berusia 13 hingga 17 tahun untuk menggunakan chatbot populernya, dinilai terlalu berisiko bagi anak-anak, menurut laporan terbaru dari Common Sense Media. Laporan itu diterbitkan Youth AI Safety Institute, sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di California. Lembaga itu menemukan bahwa dalam pengujian yang dilakukan, ChatGPT for Teens sering kali butuh waktu terlalu lama untuk memberi peringatan atau bahkan tidak memberi peringatan sama sekali ke orang tua saat akun remaja menunjukkan perilaku berisiko, seperti terlibat dalam percakapan panjang dengan chatbot mengenai bunuh diri, tindakan menyakiti diri sendiri, atau gangguan makan. ( tbu )




