Badan Pusat Statistik mencatat, neraca perdagangan barang Indonesia mencatatkan surplus sebesar 3,55 miliar dolar amerika pada Agustus 2026. Surplus itu meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 120 juta dolar amerika. Surplus itu utamanya disebabkan surplus pada komoditas non migas sebesar 6,09 miliar dolar amerika. Posisi ini naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 3,10 miliar dolar amerika. Sementara itu neraca perdagangan migas pada Agustus 2026 mencatatkan defisit sebesar 2,54 miliar dolar amerika. Namun defisit neraca dagang migas ini lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 2,98 miliar dolar amerika. Komoditas penyumbang defisit neraca perdagangan migas adalah hasil minyak dan minyak mentah. ( tbu )




