Rusia memperpanjang larangan ekspor bahan bakar diesel bagi produsen didalam negerinya hingga akhir bulan Oktober 2026, ketika pasar energi global masih menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik dan gangguan pasokan. Pemerintah Rusia mengumumkan perpanjangan pembatasan tersebut Rabu 30 September 2026. Kebijakan pemerintah Moscow ini berpotensi mengetatkan pasokan bahan bakar diesel di pasar internasional, terutama ketika harga bahan bakar di sejumlah negara mengalami kenaikan tajam. Kelangkaan bahan bakar dan lonjakan harga menjadi perhatian di berbagai pasar, termasuk Amerika Serikat. Harga bahan bakar diesel di tingkat konsumen Amerika dilaporkan telah menembus rekor lebih dari 6,50 dolar per galon. Kondisi tersebut terjadi di tengah gangguan distribusi bahan bakar yang berkaitan dengan konflik di Iran dan Ukraina. Tekanan harga energi juga menjadi salah satu isu ekonomi yang mendapat perhatian menjelang pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. ( ben )




