Program Jaminan Kesehatan Nasional mengalami kesenjangan arus atau defisit senilai 2 triliun rupiah per bulan. Kondisi ini dipengaruhi sejumlah faktor baik tingginya biaya pelayanan kesehatan, inflasi medis, hingga kesenjangan antara iuran peserta dan biaya pelayanan. Perkara itu diakui oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito. Setidaknya ada 7 faktor yang jadi biang kerok cash flow gap program JKN. Terdapat 52,9 juta peserta nonaktif dan 13 juta peserta dengan tunggakan iuran. Kedua kesenjangan antara iuran dan biaya. Selama 5 tahun terakhir, tidak ada penyesuaian iuran. Ketiga, inflasi medis yang tinggi. Keempat peningkatan biaya pelayanan kesehatan. Kelima, dominasi perawatan tingkat lanjutan dan volume. Keenam, fraud, waste, dan utilization yang tidak tepat. Ketujuh, tekanan struktural dan demografi. ( tbu )




