Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan penipuan beras fortifikasi yang diperkirakan menimbulkan kerugian konsumen hingga 89 triliun rupiah. Amran menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan cermat, sekitar 90% produk beras fortifikasi yang beredar di pasaran tidak memenuhi standar kandungan gizi yang dipersyaratkan. ( tbu )




