Kualitas udara di seluruh wilayah Singapura memburuk pada Selasa 15 September 2026, dengan indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index PSI di 5 wilayah masuk kategori tidak sehat. Ini menjadi pertama kalinya sejak September 2019 kualitas udara di seluruh wilayah Singapura secara bersamaan berada dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan data Badan Lingkungan Nasional Singapura NEA pada jam 6 waktu setempat, wilayah pusat mencatat PSI 154, sekaligus menjadi yang tertinggi diantara 5 wilayah. NEA menyampaikan, memburuknya kualitas udara di Singapura berkaitan dengan pergerakan asap dari karhutla Kalimantan. NEA menyebut kepulan asap dengan intensitas sedang hingga pekat dari kebakaran di Kalimantan bergerak menuju Singapura akibat perubahan arah angin. ( tbu )




