International Energy Agency atau IEA memperingatkan, kesenjangan antara pasokan dan permintaan minyak global pada tahun 2026 berpotensi melebar. Pasalnya, gangguan aliran minyak dari kawasan Teluk akibat konflik di Timur Tengah diperkirakan berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Dalam laporan bulanan yang dirilis Jumat 11 September, IEA memperkirakan pasokan minyak dunia pada tahun 2026 akan turun sekitar 5,7 juta barel per hari atau setara sekitar 6% dari sebelumnya. Perkiraan tersebut lebih besar dibandingkan proyeksi IEA terdahulu, yang memperkirakan penurunan pasokan sekitar 4%. Jumat 11 September, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman November 2026 ditutup melemah 2,81% menjadi 104,61 dolar amerika per barel. Sementara harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 ditutup melemah 2,37% menjadi 100,05 dolar per barel. ( ben )




