Asosiasi Gabungan Industri Aluminium Indonesia atau Galunesia mencatat angka konsumsi aluminium nasional saat ini telah menembus sekitar 1,3 juta ton per tahun, ditopang permintaan dari sektor industri kendaraan listrik dan energi baru terbarukan. Peningkatan permintaan material alumina dan aluminium di dalam negeri sangat dipengaruhi oleh pergeseran strategi industri global maupun domestik yang mulai berfokus pada teknologi ramah lingkungan. Penyerapan terbesar berada pada sektor pengecoran logam yang menghabiskan sekitar 500 ribu ton. Sementara itu, kebutuhan untuk bilet ekstrusi mencapai 350 ribu ton. Selain itu, peningkatan konsumsi didorong peningkatan batang aluminium untuk industri kabel sebanyak 300 ribu ton dan sisanya 150 ribu ton dialokasikan untuk produk plate sheet atau lembaran pelat. ( tbu )




