Pemerintah menargetkan penciptaan 2,57 juta hingga 3,49 juta lapangan kerja pada 2027. Ditengah target itu, Kementerian Ketenagakerjaan fokus mengatasi job mismatch atau ketidaksesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, persoalan job mismatch merupakan tantangan yang telah berlangsung lama. Namun, perubahan teknologi seperti AI, otomatisasi, dan perubahan proses produksi membuat kebutuhan keterampilan industri berubah semakin cepat. Tuntutan dari industri terkait kebutuhan skill pekerja itu semakin cepat berubah. Pemerintah menjalankan Program Pemagangan Nasional dan Pelatihan Vokasi Nasional untuk mempersempit kesenjangan itu. ( tbu )




