Hingga paruh pertama 2026, Otoritas Jasa Keuangan mencatat, rasio klaim asuransi umum bertengger di level 48,19%. Rasio ini melompat dari semester I-2025 yang saat itu sebesar 38,4%.Pembengkakan rasio klaim tak lepas dari pendapatan premi yang terkikis 1,5% secara tahunan menjadi 61,25 triliun rupiah. Sementara Pada saat yang sama, beban klaim justru terkerek 23,3%. Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia, Dody Dalimunthe menyebut, kondisi ini terjadi seiring dinamika ekonomi yang meningkatkan risiko klaim. Misalnya saja pelemahan rupiah yang meningkatkan beban klaim pada produk yang meng-cover pertanggungan dengan komponen impor tinggi. Sementara itu, inflasi medis yang masih terbilang tinggi menjadi tantangan dalam pengelolaan klaim asuransi kesehatan. ( ben )




