Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia atau HIPPINDO, mendorong pelaku industri ritel untuk memperkuat kemampuan beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi. Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan, kondisi penjualan yang semakin menantang membuat pelaku usaha ritel perlu mencari strategi baru untuk menjaga pertumbuhan. Menurutnya, transformasi tidak hanya berkaitan dengan kanal penjualan, tetapi juga pemanfaatan teknologi dan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen. Menurut pemerintah, konsumsi masyarakat masih menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. Pada kuartal II 2026, konsumsi tumbuh 5,6% dan berkontribusi 53,3% terhadap produk domestik bruto. ( ben )




