Kurang dari 20 kapal pengangkut komoditas melintasi Selat Hormuz pada akhir pekan, menurut data pelayaran yang dirilis hari Senin 24 Agustus, di tengah pembatasan lalu lintas akibat blokade Iran dan Amerika di jalur sempit atau chokepoint utama bagi pengiriman energi tersebut. Empat kapal melintasi selat pada hari Minggu kemarin, berdasarkan data awal dari pelacak kapal Kpler dini hari waktu Indonesia. Sementara, 13 kapal melintas pada hari Sabtu 22 Agustus, namun, angka-angka ini dapat berubah lantaran beberapa kapal mematikan transponder saat melintas selat Hormuz. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan 16 pelintasan pada hari Jumat 21 Agustus, di mana dua kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar atau VLCC dalam keadaan kosong memasuki Teluk dengan perangkat pelacak dimatikan, dimana satu kapal menuju Irak dan lainnya ke Bahrain, menurut data tersebut. Sebuah VLCC yang mengangkut 2 juta barel minyak mentah Uni Emirat Arab keluar dari selat tersebut pada hari Kamis lalu. ( ben )




