Investor mulai mengantre untuk mendapatkan Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN ritel seri SR025. Hingga Senin 24 Agustus 2026 jam 6 pagi, pemesanan sukuk ritel SR025 telah melewati 1 triliun rupiah, berkat cara mudah investasi sukuk ritel SR025 untuk mendapatkan imbal hasil 6,8%-6,9%. Kementerian Keuangan menargetkan dapat menghimpun dana sebesar 20 triliun rupiah dari penerbitan Surat Berharga Syariah Negara ritel seri SR025. Kuota awal SR025-T3 dialokasikan sekitar tiga kali lipat lebih besar dibanding kuota untuk SR025-T5. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko atau DJPPR Kementerian Keuangan menetapkan besaran imbal hasil SBN Ritel seri SR025 sebesar 6,80% dan 6,90% per tahun untuk tenor tiga dan lima tahun. DJPPR menyelenggarakan masa penawaran produk ini pada periode 21 Agustus sampai 16 September 2026. SR025-T3 nantinya akan jatuh tempo tanggal 10 September 2029 dan SR025-T5 tanggal 10 September 2031. Menurut data Bareksa yang merupakan salah satu mitra distribusi SR025, pemesanan SR025-T3 telah mencapai 6,25% dari target, atau lebih dari 950 miliar rupiah. ( ben )




