Unit fesyen dan barang kulit utama LVMH, yang menaungi Louis Vuitton dan Dior, hanya mencatat pertumbuhan penjualan tipis pada kuartal lalu lantaran konflik di Timur Tengah membuat para pembeli kaya menahan belanja. Penjualan organik di divisi itu, unit terbesar sekaligus paling menguntungkan milik grup barang mewah asal Prancis itu, naik 1%. Angka tersebut lebih rendah dari estimasi analis yang disurvei Bloomberg sebesar 1,5%. Namun memang pendapatan divisi itu meningkat untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Industri barang mewah telah terjebak dalam perlambatan yang berkepanjangan. Awalnya, konsumen Tiongkok yang selama ini menjadi sumber utama pertumbuhan, mengurangi pembelian. Belakangan, perang turut melemahkan permintaan di pusat-pusat belanja Timur Tengah seperti Dubai. Menurut LVMH, tanpa konflik tersebut, penjualan kuartalan grup akan tumbuh 4%, bukan 3%. ( tbu )




