Bank Indonesia  gelontorkan insentif likuiditas makroprudensial 431,9 triliun rupiah

Bank Indonesia mengaku telah menggelontorkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar 431,9 triliun rupiah sampai pekan pertama Juli 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk mendorong peningkatan kredit perbankan di sektor prioritas. Alokasi pada saluran pembiayaan atau lending channel sebesar 369 triliun, sedangkan saluran tingkat bunga 62,9 triliun. Berdasarkan kelompok bank, insentif disalurkan masing-masing ke bank BUMN terbesar, yakni 219,6 triliun. Kemudian, bank umum swasta nasional 172,5 triliun, Bank Perekonomian Daerah 31,7 triliun dan kantor cabang bank asing 8,1 triliun. Secara sektoral, kebijakan insentif likuiditas ini telah disalurkan ke sektor prioritas, mencakup sektor pertanian, industri, dan hilirisasi, sektor jasa termasuk ekonomi kreatif, sektor konstruksi, real estate, dan perumahan, serta sektor UMKM, koperasi, inklusi, dan berkelanjutan. ( tbu )

 

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *