Emiten Prodia Diagnostic Line atau PRDL mengincar pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit pada tahun 2026. Tercatat, PRDL meraup pendapatan 74,4 miliar rupiah pada tahun 2025, meningkat 27% secara tahunan dengan laba bersih tumbuh 70,7% menjadi 16,9 miliar rupiah. Direktur Utama PRDL, Cristina Sandjaja mengatakan, target tersebut didukung tren pertumbuhan bisnis yang terus terjaga, dan tahun ini PRDL di target tumbuh di atas 20%. Dia menjelaskan, salah satu strategi utama PRDL adalah meluncurkan beberapa produk diagnostik baru. Peluncuran produk mulai semester kedua-2026. PRDL juga menyiapkan ekspansi jaringan distribusi. .Lebih dari 60% pelanggan PRDL berasal dari sektor pemerintah. Cristina menyebut peningkatan anggaran kesehatan dan program skrining nasional masih membuka ruang pertumbuhan industri diagnostik dalam beberapa tahun mendatang. ( ben )




