Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia Aspindo khawatir harga jual biodiesel B50 untuk industri pertambangan jauh lebih mahal dari B40, terlebih harga B40 sebelumnya sudah sempat melonjak ke level 30 ribu rupiah per liter di sejumlah lokasi. Aspindo menegaskan industri jasa pertambangan masih menanti harga jual B50 untuk sektor pertambangan. Dia berharap harga bahan bakar diesel nabati tersebut masih dalam level yang kompetitif. Asosiasi menegaskan, penggunaan biodiesel B40 sudah membuat ongkos perawatan alat berat dan truk tambang meningkat, sebab pergantian filter serta suku cadang lainnya dilakukan lebih sering. Selain itu, biodiesel B40 dinilai terbilang lebih boros sehingga konsumsi BBM di tambang meningkat. ( tbu )




