ATSI masih lakukan perhitungan biaya registrasi NIK, KK, hingga verifikasi biometric

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengaku masih melakukan perhitungan terkait biaya registrasi menggunakan NIK, KK, hingga verifikasi biometrik. ATSI mengatakan, operator berharap tarif layanan tersebut dapat dipatok dengan harga yang lebih terjangkau. Saat ini, proses verifikasi face recognition dikenakan biaya 3.000 rupiah per registrasi yang dibayarkan operator seluler kepada Dukcapil. Sebelumnya biaya verifikasi registrasi menggunakan NIK dan Nomor KK sebesar 1000 rupiah per registrasi. Sekadar informasi, mulai 1 Juli, registrasi pelanggan seluler baru tidak lagi menggunakan NIK dan KK sebagai metode utama, melainkan melalui teknologi face recognition. ( MIS )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *