Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia REI Bambang Ekajaya menilai pelemahan nilai tukar rupiah kembali memberi tekanan pada sektor properti. Ia menyebut kenaikan kurs meningkatkan biaya pembangunan, sementara daya beli masyarakat pulih. Properti komersial akan terkena impact-nya yang paling besar. Pasalnya sebagian dari komponen seperti lift dan lantai marmer sebagiannya impor. Disisi lain, tekanan biaya tidak hanya berasal dari barang impor. Material bangunan yang diproduksi didalam negeri sejatinya turut terdampak lantaran masih menggunakan bahan baku impor dalam proses produksinya. Selain itu, biaya logistik turut memperberat beban pengembang. Lantaran material bangunan yang memiliki bobot besar membuat ongkos distribusi meningkat seiring kenaikan biaya transportasi. ( tbu )




