OJK mencatat dana kelolaan industri reksadana mengalami penurunan pada Juni 2026. Nilai aktiva bersih NAB reksadana tercatat 652,9 triliun rupiah, turun 4,79% secara bulanan dari Mei 2026. Menurut Henan Putihrai Asset Management, penurunan NAB itu dipengaruhi kombinasi pelemahan nilai pasar aset yang menjadi underlying portofolio serta meningkatnya kehati-hatian investor di tengah volatilitas pasar. Kondisi itu membuat NAB industri terkoreksi melalui mekanisme mark-to-market sehingga tidak selalu mencerminkan terjadinya redemption dalam jumlah besar. Sebagian investor juga melakukan rebalancing portofolio dengan mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih defensif, seperti SBN ritel, deposito, maupun reksadana pasar uang. Namun, langkah itu lebih merupakan penyesuaian alokasi aset dibanding perpindahan investasi secara permanen. ( tbu )




