Sainsbury’s, perusahaan pengelola supermarket terbesar kedua di Inggris, melaporkan perlambatan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama tahun fiscal, meski tetap mempertahankan proyeksi laba setahun penuh. Reuters Selasa 30 Juni mewartakan, Sainsbury’s mengumumkan penjualannya naik 2,1% di periode 16 minggu hingga tanggal 20 Juni, tanpa memperhitungkan biaya bahan bakar. Realisasi di periode tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi di kuartal yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 3,1%. Konflik Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga energi, membebani kepercayaan dan pengeluaran konsumen, dan menambah tantangan yang dihadapi sektor ritel Inggris dan perekonomian yang lebih luas. ( ben )




