Laba industri di Tiongkok mencatatkan pertumbuhan yang melambat pada bulan Mei 2026, meski masih berada di laju dua digit. Kondisi ini menyoroti semakin lebarnya jurang ekonomi Tiongkok yang masih bertumpu pada produksi pabrik dan pengiriman ke luar negeri untuk mengimbangi lemahnya permintaan domestik. Data yang dirilis oleh pemerintah Beijing dan disampaikan melalui National Bureau of Statistics of China, Sabtu 27 Juni menunjukkan, laba industri Tiongkok di bulan Mei naik 21,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini melambat dari kenaikan 24,7% pada bulan April. Untuk periode Januari hingga Mei 2026, laba industry Tiongkok tercatat naik 18,8% dibandingkan tahun sebelumnya, atau sedikit lebih tinggi dari kenaikan 18,2% pada periode empat bulan pertama tahun ini. ( ben )




