Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Muhammad Abdimaludin mengungkap keterkaitan antara uang 20 juta yang diterimanya dengan kepentingan elite politik yang ingin menghentikan demonstrasi mahasiswa pada 15 Juni 2026. Ia menduga, kepentingan itu dioperasikan lewat oknum-oknum senior kampusnya yang selama ini terlihat menekan. Namun, pada saat yang sama seolah-olah memberikan dukungan ke gerakan mahasiswa UBK. Dia mengaku menyadari adanya dugaan oknum-oknum senior itu justru mengkapitalisasi aksinya. Dia menduga terdapat aliran dana yang lebih besar dari pihak-pihak tertentu kepada mereka. Sementara sebagian dana yang kemudian diberikan ke saya dirinya digunakan semata-mata untuk kebutuhan teknis aksi. Kebutuhan teknis aksi yang dimaksud seperti membeli minuman, makanan, dan bensin. ( tbuĀ )



