Industri keramik makin tertekan akibat turunnya pasokan gas bumi

Industri keramik nasional semakin tertekan akibat menurunnya pasokan gas bumi yang diperoleh dari PT Perusahaan Gas Negara. Kondisi ini memaksa pelaku usaha membeli gas regasifikasi LNG dengan harga jauh lebih mahal sehingga membebani biaya produksi. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia Asaki mengungkapkan, realisasi alokasi gas industri tertentu dari PGN Januari hingga Mei hanya 47,5% dari kebutuhan industri. Kekurangan pasokan itu harus ditutupi dengan pembelian gas hasil regasifikasi LNG yang harganya mencapai sekitar 20,5 dolar amerika per MMBTU. Akibatnya industri keramik harus membayar harga gas rata-rata sekitar 15 sampai 16 dolar amerika per MMBTU atau dua kali lipat lebih tinggi dibanding harga HGBT sebesar 7 dolar per MMBTU. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *