. Obligasi tersebut ditawarkan dengan indikasi imbal hasil awal atau initial price guidance sekitar 2,8%. Penerbitan ini menjadi bagian dari strategi pendanaan jangka panjang maskapai nasional Singapura tersebut untuk mendukung kebutuhan investasi dan operasional perusahaan. Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk membiayai pembelian pesawat dan pembayaran terkait, kebutuhan korporasi umum, modal kerja, serta refinancing atau pembiayaan kembali utang yang telah ada. Obligasi itu dijadwalkan settlementĀ 30 Juni 2026. ( tbu )




