Bisnis properti menghadapi tekanan yang semakin besar seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, kenaikan suku bunga acuan BI, serta meningkatnya harga BBM nonsubsidi. Leads Property Services Indonesia mengatakan salah satu indikator yang menjadi perhatian investor asing adalah pergerakan rupiah dalam menilai risiko investasi di Indonesia. ( tbu )



