Kepala Ekonom BTN Myrdal Gunarto memperkirakan suku bunga acuan atau BI Rate di posisi 5,75% akan bertahan hingga akhir tahun. Kedepan, ruang penyesuaian BI Rate diperkirakan semakin terbatas dan akan sangat bergantung pada perkembangan nilai tukar rupiah, inflasi domestik, harga energi global, serta dinamika arus modal internasional. Hal itu mengasumsikan tekanan eksternal mulai mereda dan harga minyak dunia tetap terkendali. Myrdal mengungkapkan BI Rate sejatinya telah naik 100 basis poin sepanjang 2026, meski secara kumulatif masih lebih rendah dibanding penurunan suku bunga 125 bps yang dilakukan tahun lalu. Menurutnya, keputusan ini mencerminkan fokus BI yang tetap mengutamakan stabilitas makroekonomi, khususnya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global. ( tbu )




