Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran 815,56 miliar rupiah dalam RAPBN 2027 untuk program konversi kompor listrik demi mengurangi ketergantungan impor RI terhadap LPG. Bahlil menjelaskan program kompor listrik dinilai dapat menekan devisa impor LPG yang setiap tahun keluar hingga 120 triliun rupiah. Sebagai salah satu diversifikasi bauruan energi, Kementerian ESDM memilih alternatif dengan mendorong kembali proyek kompor listrik. Sebagai tahap awal beberapa model kompor listrik dayanya dibawah 900 kWh agar masyarakat daerah-daerah bisa memakainya dengan kapasitas daya yang ada. Sebelumnya, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan pemerintah memang berencana mengebut proyek konversi kompor listrik untuk mengurangi beban subsidi LPG 3 kilogram. ( tbu )




