Pemerintah Singapura secara resmi mengumumkan rencana besar untuk memperkuat infrastruktur pasar keuangannya. Rencana itu mengukuhkan posisi Singapura sebagai pusat perdagangan emas internasional, melalui pengembangan sistem kliring emas over-the-counter (OTC) serta memperkenalkan layanan penyimpanan emas atau gold-vaulting berskala bank sentral. Rangkaian kebijakan strategis ini disampaikan langsung oleh Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong dalam pembukaan konferensi Asia-Pacific Precious Metals Conference, Senin 15 Juni. Dalam cetak biru tersebut, Bursa Efek Singapura (Singapore Exchange/SGX) ditargetkan meluncurkan sistem kliring komoditas OTC untuk skema Loco Singapore, istilah perdagangan untuk emas fisik yang disimpan secara lokal di Singapura pada akhir tahun ini. Untuk memperkuat likuiditas dan kepercayaan pasar, sebanyak enam lembaga perbankan raksasa global telah ditunjuk untuk bergabung sebagai anggota kliring perdana, yaitu, DBS Bank, Deutsche Bank, ICBC Standard Bank, J.P. Morgan, OCBC Bank, dan UOB. (kontan/ben)




