Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara mengungkapkan bahwa ketidakpastian seputar kelanjutan insentif kendaraan bermotor dari pemerintah menjadi pemicu utama konsumen memilih untuk wait and see. Selain faktor ketidakpastian regulasi insentif, tekanan eksternal dari fluktuasi makroekonomi turut memperparah sentimen pasar. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang terus berlanjut membuat konsumen semakin berhati-hati dalam membelanjakan modal mereka untuk aset produktif maupun konsumtif seperti kendaraan. Untuk Juni, APM akan mulai menaikan harga, probabilitasnya penjualan lebih cenderung turun ketimbang naik di bulan ini jika dibandingkan Mei. Prediksi penurunan penjualan pada Juni 2026 menjadi kelanjutan dari fase normalisasi yang mulai terlihat pada Mei. (tbu)




