Anak usaha dana investasi negara Indonesia, Danantara Investment Management, berhasil menghimpun dana sebesar 1,5 miliar USD, melalui penerbitan obligasi global berdenominasi dolar perdana. Tingginya minat investor membuat nilai penerbitan ditingkatkan sekaligus menurunkan tingkat imbal hasil atau yield final. Transaksi ini menjadi ujian penting bagi minat investor asing terhadap aset Indonesia di tengah kekhawatiran pasar mengenai pelemahan rupiah, hingga kebijakan populis pemerintahan presiden Prabowo Subianto, serta semakin besarnya peran Danantara dalam perekonomian nasional. Berdasarkan dokumen term sheet yang diperoleh Reuters, Danantara Investment Management menerbitkan: Obligasi tenor 5 tahun senilai 750 juta USD dan Obligasi tenor 10 tahun senilai 750 juta USD. ( ben )




