Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan spekulasi kebijakan suku bunga ketat The Fed membuat mata uang rupiah dibayangi risiko pelemahan hingga berisiko tembus 19 ribu rupiah per dolar Amerika. Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan secara teknikal, indeks dolar amerika berpotensi menguat tajam dalam sepekan kedepan dengan bergerak di rentang batas bawah 99 hingga batas atas 101. Penguatan ini diyakini akan memperlemah mata uang Garuda di pasar spot. Untuk jangka pendek atau sepekan depan, rupiah diperkirakan bakal ditransaksikan pada kisaran 17.950 hingga 18.250 per dolar. ( tbu )




